Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Ajaran Berlindung dari Kiamat di Malang, 500 Orang Jadi Pengikutnya

Jumat, 15 Maret 2019 - 16:41:00 WIB
Ajaran Berlindung dari Kiamat di Malang, 500 Orang Jadi Pengikutnya
Ajaran kiamat sudah dekat oleh Katimun di Pesantren Jamiyah Ahlith Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholahiyah di Watubonang, Ponorogo Jawa Timur. (Foto: iNews/Ahmad Subekhi).
Advertisement . Scroll to see content

PONOROGO, iNews.id - Sekitar 500 orang warga asal Kabupaten Ponorogo dan Wonogiri, Jawa Timur (Jatim) diduga menjadi korban ajaran seorang warga yang dikenal Katimun. Prinsip ajarannya, "Mulyo Sugih Ampuh asal Sendiko Dawuh" (Menjadi terhormat kaya hebat jika patuh pada perintah).

Wakil Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo, Asfin Abdurrahman mengatakan, paham inilah yang membuat para pengikutnya rela menjalankan apa yang diperintahkan Katimun.

"Kepatuhan para pengikut ini terjadi karena pemahaman agama yang sepotong-potong. Apapun perintah guru atau pimpinan dilakukan, meski tidak rasional," kata dia kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Katimun merupakan seorang pengajar di Pesantren Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholahiyah di Kecamatan Watubonang, Kabupaten Ponorogo. Dia kerap menggelar pengajian dan ceramah, bahkan pengikutnya diajarkan zikir serta kesiapan dalam menghadapi kiamat.

Di antaranya, warga diminta untuk hijrah atau eksodus ke Kabupaten Malang. Lalu, mereka harus memasang foto gurunya (Katimun) di rumah mereka agar lebih tahan gempa, serta menjual semua aset, harta benda dan ternak untuk biaya hidup selama eksodus ke daerah tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut