Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD
Advertisement . Scroll to see content

7 Supercar Hanya Dilengkapi Dokumen Impor, Negara Rugi Rp4,4 Miliar

Kamis, 19 Desember 2019 - 20:14:00 WIB
7 Supercar Hanya Dilengkapi Dokumen Impor, Negara Rugi Rp4,4 Miliar
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan sejumlah mobil mewah yang diamankan dari hasil operasi lalu lintas di jalan raya di Jatim, Senin (16/12/2019). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Tujuh kendaraan supercar yang diamankan Polda Jatim rugikan negara hingga Rp4,4 miliar. Hal itu terjadi karena tujuh kendaraan mewah tersebut hanya dilengkapi form A (dokumen impor) dan tidak terdaftar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Kepala Bapenda Jatim, Boedi Prijo Seoprajitno mengatakan, dokumen impor dari bea cukai harusnya diserahkan ke samsat setempat untuk dijadikan dokumen resmi. Yaitu menjadi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

“Jika tujuh supercar ini terdaftar dan membayar pajak, maka negara bisa mendapat pendapatan hingga Rp4,4 miliar. Namun tidak dilakukan pemilik,” katanya, Kamis (19/12/2019).

Boedi menyebut tujuh supercar yang hanya dilengkapi form A adalah jenis Ferrari, Lamborghini dan McLaren. Dia memperkirakan nilai jual supercar merk McLaren mencapai Rp5,4 miliar, sehingga bea balik namanya dikenakan Rp540 juta dan pajak kendaraan bermotornya sebesar Rp83 juta.

“Maka total nilai yang masuk ke kas daerah dari satu unit McLaren itu sebesar Rp623 juta. Jika terdapat tujuh mobil, maka nilainya sebesar Rp4,4 milyar. Sementara untuk satu mobil Ferrari estimasi membayar kas daerah Rp633 juta,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut