3 Warga Blitar Gagal Bekerja karena Teridentifikasi OTG saat Urus Surat Sehat
Sementara dua OTG lainnya laki laki dengan usia masing masing 22 tahun dan 41 tahun. Keduanya juga melakukan tes swab mandiri di RS Malang dan RS Ngudi Waluyo Wlingi.
"Begitu hasilnya positif, laboratorium yang memeriksa konformasi ke masing-masing daerah. Hasilnya dilaporkan ke masing masing daerah," kata Krisna Yekti.
Krisna mengatakan, ketiga orang OTG tersebut memiliki riwayat berbeda. Pada 4-6 Juni, OTG asal Wlingi pernah berobat ke Solo, Jawa Tengah. OTG asal Doko pulang dari Tarakan, Kalimantan sekitar akhir Maret lalu. Sementara OTG asal Kesamben berprofesi sebagai sopir dengan trayek luar kota.
Selain ketiga OTG tersebut, ada satu OTG lain yang keberadaannya hingga kini belum terlacak. Informasi yang dikantongi gugus tugas, yang bersangkutan teridentifikasi sebagai OTG Covid-19 asal Kabupaten Blitar saat ikut tes massal mobil PCR di Surabaya.
"Sebenarnya ada empat OTG, namun yang satu tidak terdeteksi. Saat kita lacak tidak ketemu, malahan katanya sudah pindah. Kemungkinan tidak lagi berdomisili di Blitar," kata Krisna Yekti.