Warga Srandakan Bantul Tolak Penambangan Pasir Progo dengan Alat Berat
Dia menuturkan, Pemkab Bantul sempat menjanjikan untuk mempertemukan warga dengan calon penambang. Namun itu hanya sebatas wacana dan tidak pernah terealisasi. Belakangan justru surat izin penambangan turun.
Warga lainnya, Kariyono mengatakan aksi penolakan ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Warga tidak ingin ada penambangan dengan alat berat yang bisa merusak lingkungan.
Warga juga takut bendungan Sungai Progo yang ada di selatan jembatan Srandakan juga akan terdampak.
Menurutnya, amblesnya Jembatan Progo pertama, merupakan dampak dari penambangan pasir menggunakan alat berat. Saat itu penambangan pasir cukup marak dan menjadikan jembatan ambles dan terancam ambruk. Hingga akhirnya dibuat jembatan Srandakan baru disisi selatan.
“Bendunganya sudah mulai rusak masak mau diperparah lagi. Kami menolak penambangan dengan alat berat,” ucapnya.
Warga juga tidak ingin, dampak penambangan pasir memperparah kondisi sumur warga yang kering. Saat ini hampir radius 200 meter dari sungai, sumur-sumur warga sudah kering. Jika tidak harus diperdalam lagi agar mengeluarkan air.
“Saat musim kemarau, sumur-sumu warga itu kering. Jangan diperparah lagi,” ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki