Kasus video perundungan dan kekerasan siswi ini mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal. Instansi tersebut sedang menyelidiki video yang diduga berlokasi di kompleks Stadion Utama Kebondalem Kendal, yakni di belakang stadion utama dan di gerbang utara stadion, pada Jumat siang (20/9/2019).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Kendal Wahyu Yusuf mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan aksi yang terjadi dalam video tersebut. Dinas Pendidikan sudah mengantongi nama-nama siswi yang melakukan perundungan.
“Terus terang kami sangat prihatin dengan aksi yang dilakukan oleh siswi SMP tersebut. Tindakan itu sudah di luar kewajaran, apalagi pelakunya para siswi perempuan,” kata Wahyu Yusuf, Sabtu (21/9/2019).
Siswi SMP menghajar seorang siswi lainnya di kompleks Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)
Wahyu mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, siswi dalam video tersebut tidak satu sekolah, melainkan dari beberapa sekolah negeri dan swasta di Kendal. Pelaku yang melakukan kekerasan diketahui sudah berpindah-pindah sekolah karena mempunyai perilaku yang tidak baik.
Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti kasus itu dengan mendatangi sekolah dan keluarga korban serta para pelaku perundungan. Dinas Pendidikan akan berupaya melakukan pendekatan dan pembinaan terhadap para siswi yang terlibat.
Selain itu, Dinas Pendidikan telah meminta kepada sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap para siswa-siswi agar kasus perundungan tidak terjadi lagi. Selain itu, keluarga juga diminta terlibat karena peran pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Editor: Maria Christina