Viral Postingan Pegawai Sebut RSUD Kajen Pekalongan Isolasi Pasien Suspect Virus Korona
"Pasien itu pulang dari Malaysia pada 3 Februari dan mendarat di Bandara Ahmad Yani. Dalam satu pesawat yang ditumpanginya ada warga negara China. Saat dibandara, warga China itu diisolasi dan pasien ini boleh pulang," ujarnya.
Setelah tiba di rumah, pasien ini mengeluh demam dan dirawat di ruang isolasi RSUD Kajen. Setelah menjalani perawatan, Imam memastikan pasien itu tidak terpapar virus korona.
"Masa inkubasi korona itu dua sampai 14 hari. Jika pasien itu berangkat tanggal 1 Februari, maka pasien itu sudah melewati masa inkubasinya. Secara teknis, jika korona pasti kondisinya sudah jelek," ucap Imam.
Dari hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukan tanda-tanda pneumonia pada pasien. Hasil laboratorium, pasien N didiagnosa mengalami prolonged fever atau demam berkepanjangan, tifus, demam tifoid dan infeksi saluran pernafasan atas.
"Pasien hanya panas dan batuk," ucapnya.
Setelah dirawat dua hari, pasien sudah membaik. Demam turun dari 39 derajat celcius menjadi 36 derajat celcius.
Diakuinya, pasien itu dirawat di ruang isolasi sebagai bentuk kewaspadaan dan sesuai dengan SOP.
"Ini bentuk kewaspadaan dan sesuai SOP, maka dirawat di ruang isolasi dulu. Kami juga konsultasikan ke bagian lab patologi klinik kita untuk dilakukan swab tapi karena tidak suspect, maka tidak dilakukan swap," kata Imam.
Editor: Nani Suherni