Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Lagi Banjir, Ini 4 Masalah yang Banyak Dilaporkan Warga Semarang

Senin, 17 Februari 2020 - 10:32:00 WIB
Bukan Lagi Banjir, Ini 4 Masalah yang Banyak Dilaporkan Warga Semarang
Banjir di Kota Semarang (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tidak memasukkan banjir dan jalan rusak sebagai daftar masalah paling dikeluhkan masyarakat. Saat ini, warga lebih banyak melapor soal fasilitas air bersih hingga pedagang kaki lima (PKL) liar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim, masalah banjir di Ibu Kota Jateng mulai teratasi setelah empat tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu. Persentase daerah rawan banjir pun turun lebih dari 10 persen.

"Wilayah rawan banjir yang pada 2011 lalu mencapai 41,02 persen, saat ini telah berkurang menjadi 13,71 persen," kata Hendrar, Senin (17/2/2020).

Meski persoalan yang menjadi masalah klasik Kota Semarang itu sudah teratasi, dia masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah lain. Setidaknya PR dari rakyat harus dia dituntaskan dalam setahun terakhir masa jabatannya.

Dia mengungkapkan banjir dan jalan rusak tidak masuk dalam posisi lima besar permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Keluhan tertinggi masyarakat saat ini berkaitan dengan layanan PDAM, kemacetan, PKL liar dan  parkir liar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut