"Pada dasarnya pendidikan tinggi harus meningkatkan peran dan posisi di tengah masyarakat. Pendidikan tinggi dituntut untuk lebih menyeimbangkan perannya sebagai pusat intelektualitas serta menjaga peran agar tetap relevan dengan kondisi kekinian sekitarnya," katanya.
Selain itu, perguruan tinggi juga perlu diintegrasikan dengan industri. Perlu didukung dengan kurikulum dan penguatan sistem informasi yang menjembatani.
"Dunia kampus merupakan sebagian kecil kehidupan yang kita lalui. Akan tetapi, sebagian kecil ini harus mampu menjadikan kita seseorang yang berguna bagi masyarakat. Saya mohon saudara memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan SDM di Indonesia," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, UNS juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menorehkan prestasi tingkat nasional maupun internasional selama menjadi mahasiswa. Di antaranya Alifiyatul Fithri yang meraih Juara 1 Tingkat Internasional dalam Korea International Woman Invention and Exposition, kemudian Arifah Eviyanti, peraih medali emas dalam kegiatan Japan Design Invention Expo (JDIE) 2018.
Dalam bidang kreatif, salah satunya Khoirul Umam, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Bahasa Indonesia Tingkat Internasional kategori resensi.
Dalam wisuda periode ke-5 ini, jumlah lulusan sebanyak 1.803 mahasiswa. Terdiri dari 191 wisudawan lulusan pascasarjana, 19 wisudawan pendidikan dokter spesialis, 1.075 wisudawan sarjana dari 11 Fakultas, 12 wisudawan diploma IV dari Fakultas Kedokteran, 442 Wisudawan diploma III dari 8 Fakultas dan 64 wisudawan diploma II dari 2 fakultas.
Editor: Donald Karouw