Tutup Pospenas 2022, Wamenag: Zaman Terus Berubah, Santri Harus Hadapi Tantangan Baru
Pertempuran yang mempertaruhkan nyawa ini tak dapat dilepaskan dari peran santri dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. "Saya melihat semangat 77 tahun lalu itu di sini, malam ini," tandas Wamenag. Semangat itu, lanjutnya, masih membara dalam bentuk berbeda, yaitu melalui olah raga dan seni.
Zainut Tauhid berpesan, zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan-tantangan baru masa kini. Namun belakangan ini santri telah mengisi berbagai bidang dan menunjukkan identitasnya yang berkarakter. "Ini salah satu bukti, kiprah santri telah mengglobal dan menjangkau berbagai bidang," katanya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi apresiasi yang tinggi bagi para santri yang saat ini tidak lagi hanya mengenal pengajian. "Siapa bilang santri tidak bisa olah raga, berprestasi lagi," kata Ganjar.
Menurutnya, santri telah menunjukkan performa dan sportivitasnya. "Yang juara tak perlu merasa jumawa, yang kalah tidak perlu merasa sedih," katanya. Tentu saja ajang ini lebih bermakna silaturahmi. Soal prestasi itu nilai tambah yang patut disyukuri.
"Mudah-mudahan dari ajang ini ada atlet yang keluar dari kandang, menuju PON, Asian Games, Sea Games, sampai Olimpaide. "Itulah yang kita harapkan. Terima kasih kepada guru dan kiyai, dari tangan beliaulah kalian bisa hebat," ujarnya.