TKN Jokowi-Ma'ruf Ajak Tokoh Lintas Agama Ciptakan Pilpres Damai
KEBUMEN, iNews.id - Potensi keretakan sosial akibat pemilihan presiden dinilai sangat mengkhawatirkan bagi kerukunan umat beragama di Indonesia. Keretakan sosial itu juga berbahaya bagi kehidupan berdemokrasi. Dibutuhkan kesadaran seluruh pihak untuk bersama-sama menghindarinya.
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq menuturkan, hasil survei Polmark menunjukkan potensi keretakan sosial pada Pilpres 2014 mencapai 4,3 persen. Untuk menghindarinya, peran tokoh lintas agama sangat diperlukan untuk meredam perpecahan dan menguatkan persaudaraan di tengah kondisi berkembangnya politik identitas, fitnah dan hoaks yang tersebar di masyarakat.
“Pilpres bukan ajang kontestasi semata tapi juga harus menjadi momentum untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Harus jadi ajang adu ide, gagasan dan pikiran bagaimana mewujudkan Indonesia yang lebih baik, mandiri dan berdaulat,” kata Maman saat jadi pembicara dalam Dialog Lintas Agama Sasana Harjuno, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (24/11/208).
Menurut tokoh muda NU yang dikenal dekat dengan Presiden ke-4 RI almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, semua tokoh agama diharapkan memberikan pendidikan politik terkait pemilu kepada umat masing-masing dengan menekankan penting spirit agama yang penuh kasih, mencerdaskan dan menguatkan nasionalisme.
“Dakwah kebencian yang disuarakan sekelompok kecil orang yang tidak bertanggung jawab harus diantisipasi dengan dakwah kebangsaan. Ini penting untuk mencegah keretakan sosial yang kalau dibiarkan akan menjadikan keadaban dan kesantunan kita menurun," ujarnya.