Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Edy Mulyadi Ditahan atas Kasus Ujaran Kebencian, Kompolnas Bilang Begini
Advertisement . Scroll to see content

Guru Besar Unpad Teliti Ujaran Kebencian di Medsos, Hasilnya Bikin Geleng Kepala

Selasa, 01 Februari 2022 - 21:37:00 WIB
Guru Besar Unpad Teliti Ujaran Kebencian di Medsos, Hasilnya Bikin Geleng Kepala
Hate speech atau ujaran kebencian masih marak di medsos. (Foto: Istimewa/Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews,id - Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Atwar Bajari meneliti fenomena ujaran kebencian pada komentar di media sosial (medsos) di Indonesia, khususnya Facebook. Hasilnya ditemukan fakta, ujaran kebencian lebih banyak terlontar saat membahas isu seputar Pilpres 2019

Dalam melakukan riset, Prof Atwar berfokus pada dua isu, yaitu seputar Pilpres 2019 serta penanganan pandemi Covid-19. Dia menganalisis 11.504 komentar dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk melihat seberapa jauh ujaran kebencian tersebut muncul dalam ruang media sosial.

Di media sosial Facebook, Prof Atwar menemukan fakta ujaran kebencian dari kolom komentar suatu akun cenderung dua arah. Sebagai contoh, ketika kelompok pro-pemerintah melemparkan satu isu tertentu, maka pihak lain, dalam hal ini oposisi, akan melawan isu tersebut.

“Jika saya perhatikan, komentar ini seolah-olah seperti obrolan yang secara langsung,” kata Prof Atwar Bajari dalam siaran pers website resmi Unpad.co.id

Menariknya, kendati status yang diunggah kelompok tersebut bersifat netral, atau tidak ada tendensi yang mengarah ke isu tertentu, komentar yang bernada ujaran kebencian tetap dapat ditemukan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut