Tinjau Desa Langganan Longsor di Tegal, Ganjar: Kalau Bunyi Wiu-Wiu Langsung Lari
Di desa tersebut telah enam bulan terpasang alat peringatan dini atau early warning system longsor yang dilengkapi pengukur curah hujan.
Selain itu, telah ada jalur evakuasi dan tanah lapang sebagai titik kumpul. Ganjar mengatakan masyarakat perlu diberi penjelasan agar sigap terhadap bencana.
"Kita ada bencana kok, bahkan di hampir setiap kabupaten kota. Kami dilapori dan kami tangani. Mudah-mudahan tidak besar sehingga ini bisa kami tangani," katanya.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, telah terlihat ritmenya sejak musim kemarau kemarin. Bukan hanya pemerintah provinsi, namun juga pemerintah kabupaten dan kota.
"Ritmenya sudah terlihat sejak musim kemarau apa yang dilakukan. Sekarang tinggal mendistribusikan informasi paling aktual," katanya.
Ganjar juga memaparkan daerah yang berpotensi hujan lebat dan rawan longsor itu berada di daerah punggungan Jawa Tengah atau di daerah Kedu. Bahkan menyebar ke sisi utara, termasuk wilayah Tegal, Pekalongan dan Brebes bagian selatan.
"Kami minta tetap siaga. Beberapa daerah cekungan langganan banjir juga pasti kena banjir. Umpama Kayen, itu daerahnya memang di cekungan dan sedimentasinya belum dibereskan. Maka tadi malam teman-teman dari Pati menyelesaikan itu dan alhamdulilah airnya sudah surut," kata Ganjar.
Editor: Kastolani Marzuki