Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tampang Oknum Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati, Sudah 10 Kali Beraksi
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ayah Korban Pencabulan Oknum Kiai di Pati Sudah Lapor Polisi Sejak 2024

Kamis, 07 Mei 2026 - 19:20:00 WIB
Terungkap! Ayah Korban Pencabulan Oknum Kiai di Pati Sudah Lapor Polisi Sejak 2024
Ayah santriwati korban pencabulan oknum kiai saat konferensi pers bersama tim Hotman 911 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Fakta baru terungkap di balik penangkapan Ashari (51), oknum kiaitersangka pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Ayah salah satu korban membeberkan bahwa dirinya telah melaporkan tindakan bejat sang kiai sejak Juli 2024, namun prosesnya berjalan sangat lambat. 

Dalam konferensi pers bersama tim Hotman 911 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026), ayah korban mengungkapkan perjuangan beratnya mencari keadilan. 

Dia mengaku langsung melapor ke polisi setelah mencocokkan pengakuan anaknya dengan keterangan santriwati lain. 

"Ternyata apa yang dikatakan anak saya cocok dengan apa yang diperlakukan Pak Kiai kepada anak-anak tadi. Masalah pelecehan seksual," ujarnya dengan nada lirih.

Namun, langkahnya melaporkan oknum kiai tersebut justru berujung pada tekanan mental. Ia mengaku berulang kali mendapatkan intimidasi hingga ancaman dari pihak keluarga pelaku setelah membuat laporan resmi di kepolisian.

Tak hanya tekanan mental, faktor ekonomi juga menjadi hambatan besar. Pria yang mengaku sebagai orang tidak punya ini harus berutang ke sana kemari untuk membiayai perjuangannya, mulai dari mencari bantuan hukum hingga sekadar membeli bensin untuk transportasi.

"Namanya orang kurang duit, Pak, sampai utang-utang. Sampai kemarin saja untuk uang bensin masih ada yang utang," tuturnya di hadapan awak media. 

Motivasi kuatnya untuk terus melapor meski diancam adalah demi menyelamatkan generasi muda lainnya agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Ia merasa lega setelah kasus ini akhirnya viral dan mendapat perhatian publik hingga tersangka berhasil diringkus. 

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang mendampingi keluarga korban turut menyoroti kinerja Polres Pati. Ia mempertanyakan mengapa laporan yang sudah masuk sejak hampir dua tahun lalu baru ditindaklanjuti secara serius sekarang. 

“Coba bayangkan, Juli 2024 baru sekarang. Begitu lama di Polres Pati. Di mana ini Polres Pati?” kritik Hotman.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut