Terlibat Komplotan Pemerasan, Oknum Anggota Polres Wonogiri Terancam Dipecat
"Karena tidak punya uang sebanyak itu, korban diminta pelaku untuk datang lagi ke makam Pracimoloyo pada hari Selasa (19/4)," katanya. Merasa diperas, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo. Berdasarkan laporan tersebut, Satreskrim Polresta Solo melakuan serangkaian penyelidikan dan penyidikan perkara.
"Hasilnya pada Selasa sore dilakukan upaya penangkapan oleh Tim Resmob Polresta Surakarta terhadap para pelaku di makam Pracimoloyo. Namun para pelaku memberikan perlawanan dengan menabrakkan mobil yang dikendarainya ke mobil dan motor petugas serta warga masyarakat," ungkapnya.
mengancam keselamatan petugas dan membahayakan masyarakat, tim Resmob memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali namun tidak diindahkan para pelaku yang terus memberikan perlawanan.
"Mempertimbangkan keselamatan petugas dan masyarakat, kemudian dilakukan tembakan 2 kali ke arah ban mobil pelaku. Namun empat pelaku berhasil melarikan diri ke arah Kartasura," ujar Iqbal.
Di TKP makam Pracimoloyo, petugas mengamankan seseorang berinisial SNY yang dicurigai salah satu anggota komplotan yang berperan sebagai pengamat di lokasi.