Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Tanaman Padi Puso akibat Banjir, Petani di Kudus Dapat Ganti Untung Rp1,25 Miliar

Selasa, 02 Mei 2023 - 13:36:00 WIB
Tanaman Padi Puso akibat Banjir, Petani di Kudus Dapat Ganti Untung Rp1,25 Miliar
Areal sawah tanaman padi saat tergenang banjir beberapa waktu lalu. (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Dari luas areal tanaman padi puso sebanyak itu, dimiliki 682 petani yang tergabung dalam 16 kelompok tani. Pengajuan klaim juga dari masing-masing kelompok tani.

"Nilai klaim dari masing-masing polis asuransinya berbeda-beda karena disesuaikan dengan luas tanaman padi yang puso dan disetujui pengajuannya," ujarnya.

Misal, salah satu kelompok tani mengajukan lahan puso seluas 50 hektare, sedangkan yang disetujui hanya 43,06 hektare, sehingga nilai kerugian juga mengikuti luas lahannya.

Jika dari sisi nilai kerugian yang diajukan awalnya, kata dia, ada yang mengajukan Rp65,58 juta, namun yang disetujui hanya Rp54,6 juta.

Untuk kelompok tani lainnya yang belum disetujui, diminta untuk bersabar menunggu tahapan karena memang ada tim dari PT Jasindo yang akan turun ke lapangan mengecek langsung tanaman padi yang mengalami puso, kemudian setelah tahapan verifikasi selesai diajukan ke PT Jasindo Pusat sebagai pihak yang berwenang memutuskan pengajuan klaim tersebut disetujui atau tidak.

Ia mengungkapkan tanaman padi petani yang puso tersebut merupakan tanaman pada musim tanam pertama yang mulai tanam pada September 2022 atau ditanam lebih cepat dari sebelumnya untuk antisipasi banjir. 

Dengan harapan Desember 2022 panen, namun ternyata curah hujan tinggi dan menggenangi 3.489 hektare tanaman padi petani, sedangkan yang puso dan diajukan klaim seluas 344,51 hektare karena tidak semua petani mengikuti AUTP.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut