Abdul Malik juga mengambil cincin korban. Dia memakainya dan tidak berniat menjual. Setelah itu, mereka beramai-ramai mengikat tangan dan kaki korban, lalu ramai-ramai memasukkan dalam karung.
“Yang nyari karung Sobro, dapat karungnya enggak tahu dari mana. Yang masukkan ke karung semuanya. Yang ngikat juga semua. Kami taruh di samping kamar kosong itu. Habis itu pulang semua ke rumah masing-masing,” katanya.
Ditanya alasannya tega membunuh korban, tersangka Abdul Malik mengatakan cemburu dan sakit hati. “Saya diomelin, yang dua teman perempuan lain enggak tahu kenapa ikut membunuh, karena cemburu mungkin,” katanya.
Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, dalam pembunuhan tersebut, tersangka Abdul Malik merupakan eksekutor pembunuhan.
Tersangka yang mencekik korban. Empat pelaku lainnya ikut membantu memegangi pundak, tangan, dan kaki korban agar dia tidak berontak. Kelimanya juga bekerja sama mengikat kaki dan tangan serta memasukkan korban dalam karung. "Mereka punya peran masing-masing dalam membunuh korban," ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki