Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci, Rodiah Asal Solo
Advertisement . Scroll to see content

Solo, Sala atau Surakarta, Ini Penjelasan Sejarawan UNS

Rabu, 17 Februari 2021 - 16:26:00 WIB
Solo, Sala atau Surakarta, Ini Penjelasan Sejarawan UNS
Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Profesor Warto. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Guru besar bidang ilmu sejarah UNS ini menjelaskan, Desa Sala yang awalnya merupakan desa perdikan berubah menjadi pusat kerajaan dengan berdirinya Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pemilihan Desa Sala sebagai lokasi baru keraton didasarkan pertimbangan Tumenggung Hanggawangsa, Tumenggung Mangkuyudha, dan J.A.B. Van Hohendorff usai Keraton Kartasura hancur akibat peristiwa Geger Pecinan

Dalam sejarahnya, Geger Pecinan terjadi akibat pemberontakan pada tahun 1740 yang berhasil menghancurkan Keraton Kartasura. Walaupun Keraton Kartasura berhasil direbut kembali, namun Raja Pakoe Boewono (PB) II yang kala itu berkuasa, menganggap lokasi keraton sudah kehilangan kesuciannya. 

Sehingga berinisiatif memindahkannya ke lokasi yang baru. Selanjutnya terpilih Desa Sala sebagai lokasi baru keraton.

“Sala itu sebuah desa yang ditempati untuk Keraton Surakarta Hadiningrat dengan penguasaannya Pakoe Boewono. Apa bedanya Sala dengan Surakarta? Kalau Surakarta adalah nama kerajaan sama dengan Keraton Kartosuro setelah pindah ke Desa Sala,” katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut