Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci, Rodiah Asal Solo
Advertisement . Scroll to see content

Solo, Sala atau Surakarta, Ini Penjelasan Sejarawan UNS

Rabu, 17 Februari 2021 - 16:26:00 WIB
Solo, Sala atau Surakarta, Ini Penjelasan Sejarawan UNS
Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Profesor Warto. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Masyarakat sering bingung membedakan nama sebutan Solo, Sala, dan Surakarta. Penulisan dan pelafalannya, ada yang memakai Solo namun ada juga yang memakai Sala.

Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Profesor Warto mengatakan, pada awalnya nama yang benar adalah Sala. Alasannya, dulunya merupakan sebuah desa perdikan yang bernama Desa Sala. Dahulu, desa ini dipimpin seorang kiai bernama Ki Gede Sala atau biasa disebut Kiai Sala.

“Itu nama yang punya sejarah panjang. Kota Solo yang sekarang kita kenal, awalnya dari sebuah perpindahan kerajaan dari Kartosuro ke Surakarta (Desa Sala) tahun 1745,” ujar Profesor Warto, Rabu (17/2/2021). 

Seiring kedatangan orang-orang Belanda, penyebutan nama Sala yang semula menggunakan huruf a berubah menjadi o. Sehingga pelafalannya berubah menjadi Solo. 

“Ingat huruf Jawa o dan a punya perbedaan yang sangat penting. Kalau Sala ditulis dengan huruf Jawa nglegena atau telanjang. Kalau ditaling-tarung jadi o, makanya So–lo gitu. Alasannya Sala jadi Solo karena orang Belanda susah ngomong Sala,” katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut