Siswi SMA di Sragen Diteror karena Tak Pakai Jilbab, Begini Respons Ganjar Pranowo
"Z adalah satu-satunya siswi di SMAN I Gemolong yang tidak menggunakan jilbab. Kemudian teman-temannya mengirim pesan melalui WA itu. Teman-temannya mengingatkan bahwa Z keliru karena tidak memakai jilbab," kata Jumeri.
Meski begitu, Jumeri menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh teman-teman Z adalah tindakan intimidasi dan intoleransi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Besok pagi saya akan mengumpulkan seluruh siswa SMAN I Gemolong, kepala kekolah, guru, pembina Rohis dan pengurus OSIS untuk diberi pengarahan dan pembinaan. Kami tidak ingin, ke depan masalah intoleransi ini kembali terjadi. Semuanya harus saling menghormati dan menghargai perbedaan," katanya.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga akan mengumpulkan pengurus Rohis se-Kabupaten Sragen untuk diberikan pembinaan. Tujuannya, agar kasus intoleransi dan intimidasi di antara siswa tidak kembali terulang.
"Kami sebenarnya sudah melakukan ikhtiar di Sragen luar biasa, semua guru sudah dikumpulkan oleh PGRI untuk diberi pemahaman. Kemenag, Polres, Korem dan lainnya juga tidak lelah untuk memberikan pengertian tentang toleransi, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan Pancasila. Kami akan terus berusaha agar tindakan-tindakan intoleransi tidak terjadi lagi di Jawa Tengah," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki