Siswi SMA di Sragen Diteror karena Tak Pakai Jilbab, Begini Respons Ganjar Pranowo
“Itu sudah termasuk kategori bullying.mengenakan jilbab & menutup aurat memang syar'i bagi muslimah tapi tdk boleh ada pemaksa'an dari siapa pun. hendaknya dijalankan dng didasari kesadaran serta pemahaman diri,” tulis akun Dony Hasan.
Selain di Facebook, Ganjar juga menerima banyak aduan terkait kasus tersebut di Twitter. Salah satunya pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori. “Rohis terpapar sudah biasa….njur pripun niki pak gub,” tulis M Yusuf Chulory di akun resminya @yusuf_ch.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri saat dikonfirmasi mengatakan, sejak kasus itu mencuat di media sosial pada Rabu (8/1/2020), pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi. Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman di lapangan.
"Saat ini saya juga sudah berada di Sragen. Kemarin tim sudah turun ke lapangan dan melakukan berbagai tindakan. Alhamdulillah, kasus ini sudah selesai. Semua pihak sudah memberikan penjelasan dan Z juga sudah menerima dan hari ini dia sekolah seperti biasa," kata Jumeri.
Jumeri menerangkan, setelah diklarifikasi, pihaknya menemukan keterangan bahwa yang mengirim pesan teror melalui Whatsapp kepada Z adalah teman Z sendiri. Teror itu bukan dikirim oleh guru, pembina rohis atau kepala sekolah, melainkan teman sebayanya.