Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Dijerat Pasal Berlapis
Advertisement . Scroll to see content

Sejarawan Anggap Cerita Raja Keraton Agung Sejagat Mengada-ada

Rabu, 15 Januari 2020 - 22:00:00 WIB
Sejarawan Anggap Cerita Raja Keraton Agung Sejagat Mengada-ada
Ritual di Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jumat (10/1/2020). (Foto: Facebook/Aditya Hendar)
Advertisement . Scroll to see content

PURWOREJO, iNews.id - Pernyataan Raja Keraton Agung Sejagat (SAD) Totok Santosa Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun dipertanyakan Sejarawan Purworejo Soekoso DM. Sejarah "staatsblad" Atlantik versi Keraton Agung Sejagat dianggap hal yang mengada-ada.

"Ngoyoworo (mengada-ada) sejarahnya, referensinya dari Raja Firaun hingga ada perjanjian antara Ranawijaya yang mewakili Majapahit, Syailendra, Sanjaya, Mataram Hindu dan Sriwijaya dan Majapahit untuk menandatangani staatsblad Atlantiķ," kata Soekoso di Purworejo, Rabu (15/1/2020).

Berdasarkan cerita Totok, perjanjian 500 tahun setelah berakhirnya Majapahit 1518 akan dikembalikan ke nusantara atau tanah Jawa.

BACA JUGA: Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Resmi Jadi Tersangka

"Menurut dia 500 tahun itu hitungannya pada 2018. Staatsblad itu tidak ada, dilihat dari bahasanya saja katanya perjanjiannya ditandatangani di Malaka dengan Portugis, istilah staatsblad itu Belanda, kalau Portugis tidak ada. Kalau memang hal itu betul di sejarah nasional kita pasti ada. Oleh karena itu Sang Raja itu mengada-ada," ujarnya.

Dia menuturkan dalam sejarah memang Mataram Hindu abad 7-9, awalnya dinasti Sanjaya. Kemudian didatangi dari Syailendra, Balaputadewa. Akhirnya ada perang kecil kemudian ada perkawinan antara Balaputradewa dengan Pramudawardani yang kemudian membuat Borobudur, Prambanan dan seterusnya itu Mataram Hindu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut