Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Peristiwa 10 Muharram dan Sejarah Puasa Asyura dalam Islam
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Puasa Asyura dalam Islam, Ini yang Jadi Pembeda dari Puasa Umat Lain

Kamis, 28 Juli 2022 - 18:02:00 WIB
Sejarah Puasa Asyura dalam Islam, Ini yang Jadi Pembeda dari Puasa Umat Lain
Sejarah Puasa Asyura (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Hal itu kemudian diikuti oleh umat Yahudi yang juga melaksanakan puasa tepat di 10 Muharram. Imam Fakhruddin ar-Razi, puasa 10 Muharram.

Berdasarkan hadits dari Imam Bukhari, peristiwa kedatangan Nabi Muhammad di Madinah dan menyaksikan orang-orang Yahudi melaksanakan puasa menjadi tonggak dianjurkannya puasa Asyura.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah SAW bersabda: 

لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ 

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. 

Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut