Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jurnalis Protes Buang ID Card usai Diusir Liput Arahan Gubernur Pasca-OTT Bupati Pekalongan
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang, Perlawanan Sengit Pemuda Usir Tentara Jepang

Jumat, 14 Oktober 2022 - 06:12:00 WIB
 Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang, Perlawanan Sengit Pemuda Usir Tentara Jepang
Dari kiri-kanan: Budanco Munadi (mantan Gubernur Jateng), Wongsonegoro (Wakil Residen Semarang), dan Jatikusumo. (foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id Sejarahpertempuran lima haridi Semarang memiliki banyak kisah heroik untuk diketahui. Hari ini, 14 Oktober menjadi momen mengenang perjuangan rakyat Semarang dalam mempertahankan Kemerdekaan RI.

Momentum 77 tahun yang lalu, tepatnya pada 14 Oktober 1945, rakyat Semarang dari berbagai latar belakang bersatu bulat melakukan perlawanan sengit terhadap tentara Jepang yang menduduki Kota Semarang. 

Ketika itu, Minggu (14/10/1945) sekitar pukul 09.00 WIB para pemuda dipimpin Mr Wongsonegoro yang saat itu menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mendatangi markas Kido Butai di Jatingaleh bersama ratusan pemuda untuk meminta penyerahan senjata Jepang. 

Mereka menganggap, sejak Jepang kalah dari sekutu akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, maka kekuasaan Jepang atas Indonesia runtuh. Para pemuda pun menagih janji Jepang sebagai saudara tertua dengan menyerahkan persenjataan yang dimiliki sebagai bekal perjuangannya mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Namun Jepang yang ada di luar Semarang dengan Jepang Kido Butai yang bermarkas di Jatingaleh berbeda. 

Pasukan Kido Butai pimpinan Mayor Kido tak mau menyerahkan senjata. Alasannya karena pasukan Kido merupakan bala tentara yang memiliki kualifikasi khusus atau semacam pasukan tempur komando. Jadi tabu menyerahkan senjata begitu saja tanpa peperangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut