Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kesultanan Surakarta, Jejak Perjalanan Dinasti Mataram

Jumat, 03 Maret 2023 - 16:23:00 WIB
Sejarah Kesultanan Surakarta, Jejak Perjalanan Dinasti Mataram
Sejarah Kesultanan Surakarta, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

Alasan keempat, Sala telah menjadi desa sehingga untuk mendirikan keraton tidak diperlukan tenaga untuk pembabat hutan yang didatangkan dari tempat lain. Selain Semanggi, di dekat Sala juga terdapat desa-desa penting yang telah ada sejak zaman Kartasura, yaitu Baturana dan Gabudan. Keduanya ditempati abdi dalem pembuat babud (permadani). 

Alasan kelima, supaya kebijakan VOC yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan mudah, agar pusat kota Mataram yang baru mudah dicapai dari Semarang dan harus dijaga, sehingga pemerintah mudah mengirim bala bantuannya karena Semarang dikenal sebagai jalan masuk menuju Mataram. 

Keenam, orang Jawa percaya bahwa keadaan tanah berpengaruh pada penghuni rumah yang didirikan di atas tanah itu. Tanah di Desa Sala dianggap layak, sehingga dibangun keraton di wilayah ini.

Sejarah Kesultanan Surakarta, Pada tahun 1744 Pakubuwono II membangun pusat pemerintahan baru di Desa Sala (Solo) dekat Sungai Bengawan Solo. Daerah ini kemudian dikenal juga dengan nama Surakarta. Dibangunnya istana di Surakarta menandai berdirinya Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pemerintahan Pakubuwono II sebagai penguasa pertama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo), masih diwarnai polemik internal antara sesama trah Mataram. 

Saudara tiri Pakubuwono II, yakni Pangeran Mangkubumi menuntut tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sementara, Pakubuwono II menunjuk putranya, Raden Mas Suryadi sebagai putra mahkota. Pangeran Mangkubumi tidak menerima keputusan itu, sehingga pada tahun 1746 ia meninggalkan istana dan mendirikan pemerintahan tandingan di Yogyakarta. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut