Sejarah Banteng Raider, Pasukan Pemukul Kodam Diponegoro yang Disegani Kawan maupun Lawan
Selanjutnya anggota 431/BR yang di bentuk saat itu di ambil dari anggota-anggota pilihan dari seluruh kesatuan yang ada di daerah Teritorium IV dan langsung dilatih serta digembleng oleh Letkol Ahmad Yani.
Batalion pada saat itu bernama Banteng, karena di dalam melaksanakan operasi penumpasan DI/TII mengunakan gerakan-gerakan taktik nonkonvensional, yakni gerakan-gerakan Raid (taktik ayam alas dan nyudung) dan berhasil sehingga batalyon ini sangat terkenal dengan nama Batalion Banteng Raiders. Bisa dikatakan, batalyon inilah pelopor adanya satuan-satuan Raiders yang ada di Indonesia
Peremajaan Batalyon Infanteri 401/Banteng Raiders di mulai pada awal tahun 1958, dengan menyaring kembali anggota BR I sebagai inti, dan tenaga tambahan di ambil dari tamtama remaja yang telah menempuh diklat di Depo 2.
Selanjutnya di latih BTC Sapta Arga yang berada di Purworejo Generasi ini disebut BR II dengan julukan Si Gudel (anak kerbau), karena mayoritas anggota belum pernah operasi.
Pada awal tahun 1961, Batalion Banteng Raiders menempuh Kualifikasi Raiders di Bruno dan melanjutkan pendidikan Para, sehingga menjadi Yonif dengan Kualifikasi Para.
Editor: Ahmad Antoni