Sebulan Tak Kerja, Tukang Batu di Rembang Ini Merasa Tak Berhak Terima BLT
"Keputusan ini diharapkan menginspirasi warga lainnya agar bantuan dari pemerintah ini bisa tepat sasaran," katanya.
Salah seorang yang menolak menerima BLT sebesar Rp200.000 per bulan itu, yakni Saronto. Sehari-hari, Saronto bekerja sebagai tukang batu. Kendati demikian, dia merasa tak berhak atas BLT.
Saronto mengaku, sudah sebulan terakhir berkurang penghasilannya karena dampak pandemi Covid-19. Tapi dia merasa bersyukur dengan kehidupan yang dijalani saat ini.
Karena itu dia merasa ada yang lebih membutuhkan BLT itu dibanding keluarganya.
"Sebulan juga libur niki. Nggak menerima bantuan bukan bermaksud gemede (sombong)," tuturnya.
Selain Saronto, warga Desa Kumendung lain yang menolak BLT yaitu Nursalam.
Nursalam juga mundur dari penerima BLT dengan penuh kesadaran. Dia tak menyalahkan petugas, dan menitipkan BLT yang dia terima kepada petugas untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan.
"Biar hak saya titipkan kepada petugas untuk diberikan kepada yang lebih berhak ketimbang saya," ucapnya.
Editor: Reza Yunanto