Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Durhaka! Pria di Makassar Ancam Bunuh Ayah Pakai Parang gegara Judol 
Advertisement . Scroll to see content

Sebelum Tewas, Tahanan Rutan Rembang Mengaku Diancam Dibunuh

Sabtu, 28 April 2018 - 00:44:00 WIB
Sebelum Tewas, Tahanan Rutan Rembang Mengaku Diancam Dibunuh
Endang Purwanti meminta keadilan atas kasus kematian putranya Edo Ibnu Darmanto yang diduga meninggal karena dianiaya di Rutan Rembang, Jateng. (Foto: iNews/Musyafa)
Advertisement . Scroll to see content

REMBANG, iNews.id – Keluarga meminta kepolisian menyelidiki kasus kematian Edo Ibnu Darmanto (27), tahanan kasus kecelakaan lalu lintas yang dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Rembang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (27/4/2018). Sebelum koma dan akhirnya meninggal, korban mengaku dianiaya dan diancam dibunuh di sel.

Ibu korban, Endang Purwanti memaparkan, sebelum dirawat di Rumah Sakit (RS) dr R Soetrasno Rembang karena koma pada Sabtu (21/4/2018), Edo beberapa kali sempat menelepon. Edo mengaku setiap hari dipukul dan dianiaya di sel tahanan. Dia juga meminta ibunya segera mengirimkan uang sebesar Rp2 juta untuk biaya sewa kamar tahanan. Kalau tidak membayar, dia diancam akan dibunuh.

“Dia bilang, mama kalau nggak segera kirim, saya mati hari ini ma. Saya baru dipukul lagi. Ternyata dapat kabar kalau dia ngamar (dirawat), nggak sadar sampai dia meninggal dunia,” kata Endang Purwanti di RS dr Soetrasno, Jumat malam.

Edo saat itu juga mengirimkan nomor rekening bank yang diberikan oleh pelaku pengancam. Endang mengaku tidak memenuhi permintaan putranya karena belum punya uang setelah baru membayar biaya sekolah adik Edo. Namun, sampai korban mengembuskan napas terakhir, dia tidak pernah menceritakan siapa pelaku penganiayanya, apakah sesama tahanan atau oknum petugas rutan.

Endang meminta polisi secepatnya menyelidiki kasus kematian putranya yang dinilai tidak wajar. Di mata kirinya terdapat luka memar dan lehernya ditopang gips. Keluarga berharap agar kasus yang dialami anaknya tidak terulang di kemudian hari. “Saya minta keadilan buat anak saya. Saya berharap kejadian seperti ini jangan terulang lagi,” kata Endang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut