Sambut Idul Adha, Ini Imbauan Pakar UNS untuk Panitia Kurban
Panitia kurban diimbau untuk mempersiapkan lubang khusus untuk membersihkan jeroan hewan kurban. Lubang diperuntukkan khusus untuk menampung air yang telah digunakan untuk membersihkan jeroan.
Jika jeroan sudah bersih dan air cucian sudah tertampung di lubang, panitia diminta untuk menambahkan asam sitrat atau deterjen sebelum menutup lubang. Hal ini dimaksudkan agar air cucian tersebut tidak mencemari lingkungan.
“Biasanya kita lihat ada panitia kurban yang membersihkan jeroan ramai-ramai ke sungai. Ini kan kita tidak tahu kalau ternyata ada hewan yang terpapar PMK jadi tidak baik membersihkan jeroan di sungai,” katanya.
Imbauan selanjutnya, yakni panitia kurban hendaknya membedakan plastik daging, jeroan merah (hati), dan jeroan hijau (babat). Menurut Sulis yang juga tergabung dalam juru sembelih halal (Juleha), pembedaan kantung plastik sudah seharusnya dilakukan meskipun tidak dalam wabah PMK.
Hal ini disebabkan jeroan merah dan jeroan hijau memiliki mikrobia yang sangat banyak. Sementara itu, mikrobia yang ada di daging sedikit. Jika jeroan dan daging digabung dalam satu plastik, mikrobia-mikrobia yang ada di jeroan berpindah dengan cepat ke daging. Dia mengimbau setidaknya ada tiga kantung plastik dalam satu paket daging kurban.