Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah, Oase Para Siswa di Mojolegi Boyolali
“Sekarang masuk jilid 2, nulisnya juga mulai bagus,” kata Sriyatun.
Dengan demikian saat masuk SD nanti, harapannya bisa mengikuti pelajaran karena sudah bisa sedikit membaca dan menulis. Pada masa pandemi, cucunya mengikuti pembelajaran secara online dan diberi tugas. Setelah penyebaran Covid-19 mereda, kini satu minggu masuk dua kali dengan waktu yang terbatas.
Sriyatun mengaku dalam keseharian memelihara cucunya tersebut. Sebab ayah Aprilia Zaskia tengah sakit dan ibunya bekerja di Singapura. Sebagai nenek, dirinya memiliki keterbatasan ketika membantu pelajaran cucunya. Kehadiran Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah sangat membantu. Terlebih ada dukungan Pertamina dalam kegiatan ini. Kerja sama bimbingan belajar antara Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah fokus untuk membaca dan menulis. Siswa yang mengikuti bimbingan mulai dari TK hingga kelas 4 SD.

“Kebanyakan belum bisa karena faktor pandemi Covid-19 kurang lebih dua tahun, anak-anak cuma sekolah online,” kata Siti Zulaihah, salah satu pengajar Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah.
Seperti anak TK, tidak bisa masuk sekolah tatap muka selama hampir dua tahun. Setelah itu mereka naik ke kelas SD, sehingga membaca belum lancar. Kondisi serupa juga dialami anak yang duduk di kelas 1, 2 dan 3 SD. Melihat kondisi itu, Nunung Permata Istiqomah mendirikan Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah dan selanjutnya mendapat dukungan program CSR Pertamina. Untuk programnya dibuat per kelompok karena jumlah pesertanya banyak.