Remaja Rentan Jadi Sasaran Propaganda Radikalisme, Toleransi di Fase Ini Penting
“Di tengah-tengah kajian itu, ada seorang mahasiswa (kuliah di Semarang) masuk ke kami, memberikan paradigma atau pemahaman Islam yang baru. Saya ketika itu berdelapan, saya paling kecil masih SMP lainnya sudah SMA,” kata Hadi Masykur yang tinggal di Kabupaten Semarang.
Kemudian, mahasiswa itu yang kemudian mengantarkannya ke jejaring yang lebih luas, sehingga akhirnya Hadi Masykur tergabung dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI), kelompok yang sudah dilarang di Indonesia.
“Penafsiran (saat itu) yang menyebabkan kami harus menebus apa yang sudah kami lakukan. Tahun 2020 saya ditangkap Densus 88,” ucapnya.
Titik baliknya, dia selalu memikirkan keluarga, terutama ibunya. Dia merasa belum bisa membahagiakan mereka. Selain itu juga ada refleksi pemahaman masa lalunya memang keliru, salah satunya menanggap penafsiran sendiri yang paling benar.
Hal-hal itulah yang akhirnya membuat Hadi Masykur meninggalkan pemahaman dan kelompok lamanya.