Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terancam 12 Tahun Bui, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Hektare Tambak di Pekalongan Terendam Banjir, Petani Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 26 Februari 2021 - 08:42:00 WIB
Ratusan Hektare Tambak di Pekalongan Terendam Banjir, Petani Rugi Puluhan Juta Rupiah
Petani merugi puluhan juta rupiah akibat tambaknya terendam banjir. (iNews/Suryono Sukarno)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id - Ratusan hektare tambak di Pekalongan,  Jawa tengah, terendam banjir.  Para petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena bandeng dan udang banyak yang hilang terbawa banjir.

Banjir ini akibat curah hujan tinggi dan diperparah air pasang atau rob membuat air tambak melimpas tanggul. Jaring- jaring yang dipasang di tepi tambak tak banyak menolong.

Hal itu karena sering jebol sehingga ikan bandeng dan juga udang hanyut. Para petani pun hanya bisa  membiarkan tambak karena taik bisa diselamatakan lagi. Banjir kali ini mengakibatkan para petambak wilayah pantura kota dan kabupaten Pekalongan ini mengalami kerugian yang cukup besar. 

“Kerugian satu hektare lahan tambak udang bisa mencapai  Rp40 juta. Sedangkan jika isi bandengan kerugian berkisar Rp15 juta,” Romadon, petani tambak, Kamis (25/2/2021).

Sementara, data Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan mencatat, tambak yang teredam banjir di Kota Pekalonganada sekitar 200 hektare. Sementara di Kabupaten Pekalongan ada sekitar 600 hektare lahan tambak terendam.

Hingga saat ini banjir masih merendam Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Utara dan  Pekalongan Barat atau 10 kelurahan. Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, banjir merendam di Kecamatan Tirto di Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo dan Pacar

Kemudian di Kecamatan Wiradesa di Desa Bener dan Pekuncen . Sedangkan di Kecamatan Wonokerto, Desa Tratebang, Wonokerto Kulon, Pecakaran, Jambean , Semut, Api Api , Rowoyoso. Pengungsi hingga kini sekitar 4500 orang berada di sejumlah lokasi seperti sekolah, masjid, aula kecamatan, gudang kosong.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut