Prihatin Kasus Asusila, Gus Yusuf: Tolong Lihat Dulu Pesantrennya, Rekam Jejak Harus Jelas
Namun belakangan, juga muncul kasus di Tasikmalaya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) setempat mengungkap ada sembilan santriwati yang menjadi korban aksi bejat guru sekaligus pengelola pesantren. Para korban merupakan siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS/SMP) dan Aliyah (MA/SMA) dengan rentang usia 15-17 tahun
Dia menambahkan, situasi itu juga menjadi koreksi bagi pesantren. “Kita sebagai pengasuh pesantren harus tambah prihatin, untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, menambah riyadoh, mujahadah, agar kita selalu dalam pelindungan Allah,” ujar salah satu Pengasuh Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang ini.
Sebab, kata dia, yang namanya nafsu, itu menempel kepada siapa siapa pun. Semua manusia punya potensi untuk baik dan potensi untuk buruk, tinggal bagaimana berikhtiar kita untuk menjaganya.
“Namun juga harus ada ikhtiar lahir. Sistem pesantren ayo kita evaluasi bareng-bareng. Ssitemnya, keamanannya, agar tidak memberikan kesempatan-kesempatan untuk berbuat yang tidak baik,” tegasnya.
Gus Yusuf juga berharap kepada organisasi pesantren untuk lebih menertibkan anggotanya. Seperti Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU, memverifikasi ulang pesantren-pesantren.