Selain itu, YBI memperingati Hari Batik Nasional dengan meluncurkan Buku Batik Indonesia dalam bentuk buku saku dan buku elektronik (e-book). Dengan demikian, masyarakat dapat mempelajari pengetahuan umum tentang batik secara mudah.
Buku tersebut akan dilengkapi dengan teknologi “Augmented Reality” (AR) agar masyarakat dapat melakukan kegiatan interaktif saat membaca. Pihaknya berharap dengan hal itu, pembelajaran batik dapat masuk ke kurikulum sekolah sehingga sebagai warisan budaya dapat terus teregenerasi.
Batik Indonesia ditetapkan oleh UNESCO di Abu Dhabi Uni Emirat Arab, pada 29 September 2009, sebagai warisan budaya tak benda. Untuk mempertahankan pengakuan UNESCO, diperlukan tindakan nyata demi memenuhi komponen penilaian yakni preservasi, edukasi, dan inspirasi kepada masyarakat terhadap aset yang dimiliki.
“Karena itu, YBI untuk membantu pemerintah dalam mempertahankan pengakuan tersebut melakukan serangkaian acara. Selain kegiatan membatik massal, kami juga menggelar kegiatan talkshow batik, fashion show, kuliner, dan pasar batik rakyat,” katanya.
Editor: Maria Christina