PPDB Dinilai Rumit, Ganjar: Saya Tiap Hari Terima Aduan sampai Ditekan Pejabat
"Saya ini tiap hari menerima aduan, semua orang tua ingin anaknya ke sekolah negeri, tapi sistem ini tidak bisa. Pahit memang, saya sampai ditekan, ada pendukung, bahkan pejabat penting yang menekan saya. Saya tidak bisa," ujarnya.
Saat berada di Posko PPDB kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Ganjar sempat menemui beberapa orang tua siswa yang mengadu karena anaknya tidak bisa diterima di SMA Negeri 1 karena penerapan sistem zonasi.
Ganjar bahkan memberikan penjelasan dengan tenang dan menyatakan, jika tidak ada satu pun orang yang bisa menekan dirinya untuk meloloskan calon siswa masuk ke SMA tertentu.
Mereka mengungkapkan sebenarnya anaknya berprestasi dan jarak antara rumah tinggal dengan sekolahan tergolong dekat. Namun karena yang dihitung dalam aturan zonasi adalah domisili kantor kelurahan menjadikan anak-anak mereka tidak lolos.
Mendapat protes itu, Yudi berjanji akan mengevaluasi pelaksanaan PPDB online sistem zonasi murni karena selain banyak masyarakat yang belum paham, juga bvanyak sekolah negeri di daerah yang kekurangan murid.
Editor: Kastolani Marzuki