Pertimbangkan Kondisi Mental, Pasien Covid-19 Klaster Panti Jompo Isolasi Mandiri
REMBANG, iNews.id – Sebanyak 11 warga yang positif Covid-19 dari klaster panti jompo tidak semuanya dibawa ke ruang isolasi RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk menjalani perawatan. Sebagian masih berada di panti jompo untuk isolasi secara mandiri.
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang, Arif Dwi Sulistya menjelaskan pada tahap pertama lalu, dua orang penghuni panti yang positif Covid-19 masuk ruang isolasi RSUD. Kemudian per hari Minggu, 21 Juni 2020, terjadi penambahan 11 orang positif di panti jompo tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas Kesehatan, RSUD dan panti jompo, rumah sakit siap merawat pasien dari panti yang kondisi mentalnya memungkinkan untuk dirawat. Sedangkan pasien yang mental membutuhkan pendampingan khusus, seperti sering mengamuk dan biasa buang air kecil/berak di sembarang tempat, tetap dirawat di dalam panti.
“Jadi keputusannya seperti itu, perlu dipilah-pilah menyesuaikan kondisi mental kejiwaan penghuni panti. Tidak semua langsung dirawat di rumah sakit, “ kata Arif, Senin (22/6/2020).
Arif menambahkan untuk tambahan kasus Covid-19 di klaster panti jompo sebanyak 11 orang, masing-masing enam orang pegawai dan lima penghuni panti. Dia membenarkan saat rapid test, sejumlah pegawai panti hasilnya nonreaktif. Tapi setelah dites swab, dengan pengambilan lendir antara bagian hidung dan tenggorokan, hasilnya positif.