Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pekerja Pariwisata asal Banyuwangi Ditemukan Tewas di Kamar Kos Gianyar Bali
Advertisement . Scroll to see content

Pengakuan Ayah Bunuh Bayi Hasil Inses: Katanya jika Ingin Kaya, Anak Dihamili Sampai 7 Kali

Selasa, 27 Juni 2023 - 16:41:00 WIB
Pengakuan Ayah Bunuh Bayi Hasil Inses: Katanya jika Ingin Kaya, Anak Dihamili Sampai 7 Kali
Foto tampang tersangka, saat menjalani pemeriksaan hingga loka penguburan bayi. (Dok Polresta Banyumas)
Advertisement . Scroll to see content

PURWOKERTO, iNews.id - Rudi (57), tersangka pembunuhan tujuh bayi hasil inses (hubungan sedarah) dengan E (26), anak kandung di Purwokerto,  Kabupaten Banyumas mengakui dapat petunjuk dari paranormal di Klaten. Aksi keji itu dilakukannya demi mendapatkan kekayaan.

Rudi mengaku jika dirinya menghamili anak kandungnya karena saran dari seseorang. Dia juga tega membunuh bayi hasil Inses tersebut sebanyak tujuh bayi.

"Itu ada bisikan-bisikan, yang nyuruh dari orang Klaten. Katanya jika kamu ingin kaya, anak kamu dihamili sampai 7 kali, lalu dibunuh," ujarnya saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Selasa (27/6). "Sekarang sudah kaya?," tanya wartawan. "Belum kaya," jawabnya.

Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, motif Rudi melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya dan membunuh tujuh bayi hasil inses pada tahun 2011, ketika dirinya bekerja di Klaten. Hingga akhirnya bertemu seorang paranormal yang menunjukkan syarat tersebut.

"Menurut dia, paranormal itu memberikan saran kepada dia bahwa apabila ingin kaya maka dia harus melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya, dan apabila anaknya lahir maka dikubur secara hidup-hidup, dan ini harus dilakukan sampai 7 kali berturut-turut," kata Kapolresta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut