Peneliti UNS Ciptakan Alat Pirolisis Limbah, Bisa untuk Sampah Medis Covid-19
“Zat organik dan anorganik bisa dihancurkan di situ. Segala hal yang berbau medis bisa dibakar di situ. Jadi tidak mencemari lingkungan. Hanya karena sekarang penanganan Covid-19, saya konsentrasi pada limbah-limbah medis,” jelasnya.
Berbahan baku stainless steel, pirolisis limbah diperuntukkan lingkup Rumah Tangga (RT) terlebih dahulu. Namun ke depan, Pranoto dan tim dapat merancang dalam bentuk lebih besar bagi rumah sakit, Puskesmas, dan klinik yang memerlukan.
Harapannya dengan alat ini, sampah yang dihasilkan mulai di lingkup RT dapat ditangani langsung dari sumbernya. Sehingga tidak terbuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Saat ini, TPA di Solo sudah berusaha melakukan pembakaran dengan sistem pirolisis plasma untuk mengubah sampah menjadi listrik.
“Tapi Solo punya 300 ton per hari limbah domestik. Jika dari sumbernya sudah ditekan dengan pirolisis ini, berarti yang dibuang ke TPA sedikit. Bahan bakar pirolisis dengan LPG atau oli juga lebih murah,” ujarnya.