Pemkab Batang Jemput Bola Tangani LSD pada Ternak Sapi
BATANG, iNews.id –Pemkab Batang gerak cepat menangani kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit benjolan pada ternak sapi melalui sistem jemput bola. Penyakit sudah mewabah di daerah itu sehingga perlu penanganan secara cepat.
"Penularan memang cukup cepat. Kasus penyakit ini penyebarannya melalui vektor (perantara) seperti nyamuk, lalat dan jarum suntik, berbeda dengan kasus penyakit mulut dan kuku pada ternak," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Batang Windu Suriadji, Jumat (10/2/2023).
Dikatakannya, virus Lumpy Skin Disease bukan merupakan penyakit zoonosis sehingga tidak menular pada manusia.
Adapun kriteria ternak sapi yang terserang virus LSD, di antaranya terjadi kerusakan pada kulit, munculnya banyak benjolan pada kulit hewan dan pembengkakan pada kaki sapi.
"Masa inkubasi penyakit akibat virus LSD pada inangnya sekitar 28 hari, lebih lama dari penyakit mulut dan kuku yaitu selama 14 hari," katanya.