Pelihara Sapi Berbobot 1,2 Ton, Petani Boyolali Berharap Jokowi Tertarik Beli
Biaya perawatan sapi itu diperoleh petani asal Mojosongo, Boyolali, tersebut dari hasil penjualan susu seekor sapi perah yang dia pelihara. Meski biaya pemeliharaan sapi ini mahal, Parno mengaku puas dengan hasilnya dan tahun ini sudah berniat menjual sapi itu.
“Tahun lalu sudah ada yang mau beli, tetapi saya masih ingin sapi ini lebih besar lagi. Sekarang sudah cukup besar sehingga mau saya jual,” ucapnya.
Selain memberikan pakan berkualitas, satu hal lagi yang dilakukan petani di Mojosongo, Boyolali, tersebut agar sapi miliknya tidak hanya gemuk, tetapi juga sehat. Setiap hari dia selalu membawa sapinya ke rumah saudaranya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.
“Sapinya saya ajak jalan-jalan setiap hari biar sehat. Di sana dijemur. Sore dibawa pulang lagi,” ujanya.
Dia berharap sapinya bisa menarik minat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memang kerap membeli sapi kurban kepada petani di wilayah Soloraya. Namun, dia mengatakan kalau Jokowi tak berminat pun tak masalah. Petani asal Mojosongo, Boyolali, itu siap menjualnya kepada calon pembeli lain yang cocok dengan harga yang ia tawarkan.
“Sampai sekarang sudah ada empat atau lima orang yang datang ke sini. Tapi mereka hanya memotret, belum menawar,” katanya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Besarkan Sapi Hingga 1,2 Ton, Petani Mojosongo Boyolali Ini Habiskan Rp60.000/Hari Untuk Pakan"
Editor: Nani Suherni