Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditembak Sesama Prajurit di Palembang, Berawal dari Cekcok
Advertisement . Scroll to see content

PBNU Kirim Tim LPBH Advokasi Petani Urutsewu Kebumen terkait Sengketa Tanah

Jumat, 13 September 2019 - 01:00:00 WIB
PBNU Kirim Tim LPBH Advokasi Petani Urutsewu Kebumen terkait Sengketa Tanah
Ketua PBNU Robikin Emhas. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas mengatakan, PBNU sudah merekomendasikan Lembaga Pengembangan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU untuk melakukan advokasi atas aduan warga Urutsewu, Kebumen, Jateng.

“Tahap awal LPBH akan mengumpulkan bahan dan keterangan, serta data dan dokumen. Selanjutnya akan dianalisa guna menetapkan langkah-langkah yang diperlukan,” kata Robikin Emhas dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan Robikin itu menanggapi surat dari petani Urutsewu, Kebumen ke PBNU terkait sengketa lahan antara petani dengan TNI AD yang sudah berlangsung bertahun-tahun. “Sejak tahun 2011, kami berjuang agar apa yang menjadi hak kami dapat dikembalikan,” kata Ketua Forum Petani Paguyuban Kebumen Selatan (FPPKS), Seniman Marto Dikromo.

Dalam surat bertanggal 11 September 2019 itu, Marto mengatakan, tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan dan aktivitas warga di kawasan pesisir selatan Urutsewu yang diklaim menjadi milik negara/Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Menurut Marto, berawal dari izin menggunakan tempat untuk latihan uji coba senjata, sejak tahun 1982, TNI AD perlahan tidak lagi menghormati petani sebagai pemilik tanah. “Terakhir TNI AD mengatakan bahwa pemagaran yang telah dan sedang dilakukan merupakan proyek dari Kementerian Keuangan,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut