Pasutri di Sragen Positif Covid-19, Kadinkes: Mereka Tidak Percaya Hasil Tes Swab
SRAGEN, iNews.id - Pasangan suami istri atau pasutri asal Peleman, Gemolong, Sragen menolak hasil tes swab positif Covid-19. Mereka sebelumnya juga dinyatakan reaktif Covid-19 lewat rapid test di Pasar Geyer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen bertambah enam orang. Dua orang di antaranya berinisial PS, (54) dan M (42) suami istri asal Peleman, Gemolong, Sragen. Sementara empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 lainnya, DS (31) warga Ketro, Tanon; AB (48) warga Bangle, Tanon; C (14) warga Ngembatpadas, Gemolong; dan N (64) warga Genengduwur, Gemolong.
“Dua orang dirawat di rumah sakit, yakni DS dirawat di RS Kasih Ibu Solo dan N dirawat di RSUD Gemolong. Dua lainnya orang tanpa gejala dikarantina di Technopark Sragen, yakni AB dan C. Sementara dua orang yang dari Gemolong PS dan M mbalela karena tidak percaya dengan hasil laboratorium uji swab,” ujar Hargiyanto.
Dia menjelaskan kasus N yang dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen, menjadi kewaspadaan tersendiri karena merupakan pedagang Pasar Gemolong. Hargiyanto berencana melakukan tracing, Senin (20/7/2020), kepada pedagang yang pernah kontak erat dengan N.
Hargiyanto sudah menjajaki situasi di Pasar Gemolong supaya tracing berjalan lancar. Tracing juga akan dilakukan di Pasar Geyer, Grobogan, karena pasutri asal Gemolong, Sragen, yang positif Covid-19 merupakan pedagang Pasar Geyer.