Pakai Baju Padang dan Sarung Makassar, Ganjar: Yang Penting Gayanya Seperti Orang Melayu
“Saya cari sarungnya ndak ketemu, makanya saya pakai sarungnya ini dari Makassar. Yang penting gayanya seperti orang Melayu kan. Soalnya saya punya banyak, termasuk ada dari Kalimantan Barat itu juga mirip-mirip,” ucapnya.
Ganjar mengatakan memang gemar mengoleksi baju adat nusantara. Uniknya, semua baju adat itu dia beli di tempatnya masing-masing. Saat berkunjung ke suatu daerah, cendera mata yang selalu dicari yaitu baju adat.
“Saya itu kalau pergi ke suatu daerah, selalu mencari suvenir apa yang paling unik. Kalau dulu saya hobi koleksi kaos oblong, sekarang mulai tertarik mengoleksi baju adat nusantara. Soalnya, setiap Kamis pekan keempat di Pemprov Jateng kan pakai baju adat nusantara, makanya saya kumpulkan. Setiap kunjungan ke beberapa daerah, saya pasti cari di mana toko yang jual baju adat, langsung saya beli,” ucapnya.
Meski hobi mengoleksi baju adat nusantara, Ganjar mengatakan tidak begitu memahami secara detil filosofi dari baju-baju yang dia kenakan itu. Namun menurutnya, pasti semua baju adat memiliki filosofi yang menarik untuk dikaji.
“Saya nggak tahu filosofisnya, yang menarik bagi saya adalah karya budayanya. Umpama ikat kepala ini, saya ndak tahu namanya apa, tapi dari bentuk dan cara mengikatnya seperti ini, pasti punya makna filosofis yang mendalam. Saya senang saja, kualitas kainnya bagus-bagus dan warnanya beragam,” ucapnya.