Semangat itu jugalah yang dilihat HT dari sosok nenek Siti, seorang lansia berusia 77 tahun yang datang membeli beras di Bazar Murah Perindo Cilacap. Kendati di usia senja, nenek Siti masih bekerja membanting tulang dengan berdagang.
Hal itu dilakukannya demi menambah penghasilan untuk anak dan cucunya. Nenek Siti bahkan nyambi menerima cucian dari tetangga dengan penghasilan Rp15.000 hingga Rp20.000 setiap harinya.
“Ini menunjukkan suatu fighting spirit. Saya rasa ini suatu pesan yang baik bagi anak muda. Jika yang tua saja mau berusaha dan bekerja keras tanpa pamrih untuk kehidupan anak dan cucunya. Apalagi yang muda, tentunya harus lebih bekerja keras," ucapnya.
Senada disampaikan Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo. Menurutnya, kaum perempuan harus juga mencontoh perjuangan nenek Siti.
"Kaum perempuan harus meningkatkan produktivitasnya. Kita lihat ibu ini sudah 77 tahun tapi daya juangnya luar biasa. Dari muda sampai sekarang bekerja menghidupi anak dan cucunya," tutur Liliana.