Merasa Ditipu Agen Biro Umrah, Belasan Korban Lapor ke Polres Banyumas
Laela baru curiga setelah dia tidak bisa lagi menghubungi agen Albilad bernama Afri tersebut. “Tanggal 29 Oktober, saya hubungi bu Afri tidak bisa. Setelah itu, dia tetap tidak bisa dihubungi, ternyata dia kabur. Saya tanya ke Albilad Pusat, katanya nama saya enggak ada di daftar yang akan berangkat umrah,” kata Laela.
Korban lain, Pribadi Eka Putra mengatakan, dia juga dirugikan dengan agen perjalanan itu. Sebelumnya dia menawarkan teman-teman sekantornya untuk berangkat umrah lewat Albilad karena sudah mengenal agennya. Namun, ternyata mereka juga tidak diberangkatkan meskipun sudah melunasi hingga Rp200 juta.
“Saya hanya menawarkan ke teman, saya kan enggak enak sama teman sekantor karena mereka tidak berangkat juga,” katanya.
Sementara itu, Kantor Albilad Umrah dan Haji Plus di Jalan Senopati RT 03 RW 02 Kelurahan Arcawinangun Purwokerto Timur, tampak telah ditutup. Dalam spanduk di depan kantor tersebut tertulis, izin resmi Umrah dan Haji Kementerian Agama, Umrah: D/151/2014 dan Haji: 109/2015.
Warga sekitar mengatakan, kantor itu telah tutup sejak sebulan lalu. Hal ini terlihat dari spanduk agen yang terpasang telah rusak. Pintu kantor terlihat digembok. Tidak ada aktivitas apapun di dalam. Kantor juga kosong, taak ada peralatan di dalam seperti layaknya kantor agen perjalanan umrah dan haji.
Polres Banyumas akan menindaklanjuti laporan dari para calon jamaah umrah Albilad yang gagal berangkat dan mengaku menjadi korban penipuan.
Editor: Maria Christina