Menko PMK: Warga Perumahan Dinar Indah Semarang Terdampak Banjir Tak Perlu Direlokasi
Apalagi, kata dia, saat ini bersamaan dengan bencana hidrometeorologi yang memungkinkan semakin tingginya peluang terjadinya bencana banjir, diperparah dengan pendangkalan sungai yang membahayakan perumahan itu.
Langkah pertama dengan penebalan konstruksi tanggul Sungai Pengkol dan kedua kemungkinan mengubah pola aliran sungai menjadi lurus, sehingga jika mendapatkan limpahan air dari daerah atas tidak melimpas ke permukiman tersebut.
Sementara warga perumahan tersebut menginginkan relokasi, karena khawatir banjir bandang kembali menerjang, seperti yang diutarakan Paulin Fallo yang juga Ketua RT 06 di Perumahan Dinar Indah.
"Keinginan kami tetap direlokasi, karena tiap tahun kena banjir, bisa 3-4 kali dalam setahun. Kemarin saat banjir, ibu wali kota berkunjung langsung menyampaikan warga akan direlokasi," katanya.
Warga, kata Paulin, yang menghuni perumahan sejak 2013, sudah tidak bisa menghubungi pengembang untuk meminta pertanggungjawaban, karena ternyata perumahan itu dibangun di daerah cekungan.