Mengintip Persiapan Warga Pakintelan Gunungpati Sambut Rombongan Biksu Thudong
Pada pukul 05.00 WIB (29/5/2023), para biksu akan berjalan kaki ke Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Mereka singgah untuk melanjutkan perjalanan ke Vihara Buddhadipa dan Vihara Sima 2.500 Buddha Jayanti.
Wahyudi yang sempat menjadi banthe itu menyebut Vihara Sima 2.500 Buddha Jayanti adalah vihara pertama di Indonesia, dibangun tahun 1958. Vihara Buddhadipa dibangun hampir bersamaan, fungsinya untuk menopang Vihara Sima 2.500 Buddha Jayanti itu. “Jadi besok (di sini) itu akan napak tilas Yatra Vihara pertama di Indonesia itu,” sambung Wahyudi.
Di wilayah tersebut, jelas Wahyudi, para biksu juga akan disambut 16 lurah yang berada di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Para biksu akan dijamu makan siang yang khusus dimasak oleh warga sekitar, termasuk jamuan minum es kelapa muda. Di situ juga akan dilakukan pindapata alias pengumpulan derma, baik makanan maupun uang.
Setelah dari lokasi tersebut, siang harinya akan langsung melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang via Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Para biksu itu, sebut Wahyudi, berjalan kaki dari Thailand, Malaysia, Singapura kemudian masuk ke Indonesia via Batam. Dari Batam, para biksu terbang naik pesawat turun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Kemudian melanjutkan lagi berjalan kaki.