Mengintip Desa Tlobo dan Jatisari, Awalnya Lahan Kosong Kini jadi Kampung Crazy Rich
Tak hanya dirinya saja yang bisa membangun rumah, Agus pun mampu membuatkan rumah buat anak-anaknya. Sejak mendapatkan ganti untung, anak-anak Agus melarang dirinya untuk kembali merantau dan berjualan bakso.
"Anak-anak melarang saya merantau lagi. Saya mau minta apa saja dipenuhi. Sekarang saya juga bertenak kambing," katanya.
Awalnya Pemerintah, ungkap Agus memberikan ganti untuk sebesar Rp100.000 per meter persegi. Setelah direvisi harga tanah berubah menjadi Rp200.000-Rp270.000 per meter persegi.
Begitu pula dengan warga lainnya bernama Mbok Sugik. Mbok Sugik dulunya tinggal di Ngeroto. Karena tempat tinggalnya terkena proyek, maka dirinya pindah dan membeli rumah baru. "Sekarang saya tinggal bersama anak-anak saya," ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni