Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yai Mim Tersangka Pencemaran Nama Baik Meninggal Dunia di Polresta Malang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenang Sosok Buya Syafii Maarif, Masa Kecil Rajin Mengaji hingga Raih Gelar Doktor di AS

Jumat, 27 Mei 2022 - 14:43:00 WIB
Mengenang Sosok Buya Syafii Maarif, Masa Kecil Rajin Mengaji hingga Raih Gelar Doktor di AS
Buya Syafii Maarif (Foto: Muhammadiyah)
Advertisement . Scroll to see content

Baru pada tahun 1950, ia masuk ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah di Balai Tangah, Lintau sampai duduk di bangku kelas tiga.

Di usia 18 tahun, Buya Syafii memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Jawa, tepatnya di Yogyakarta, bersama dua adik sepupunya, Azra'i dan Suward. 

Namun, niat semula kepergiannya ke Jawa untuk melanjutkan sekolah, justru harus terhalang. Dia ditolak oleh pihak sekolah kala itu, dengan alasan ruang bangku telah penuh. 

Tak lama setelah itu, ia justru diangkat menjadi guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di sekolah tersebut, meski tak lama. Ia kembali mendaftar ke Muallimin dan akhirnya ia diterima tetapi ia harus mengulang kuartal terakhir kelas tiga. 

Selama belajar di sekolah tersebut, ia aktif dalam organisasi kepanduan Hizbul Wathan dan pernah menjadi pemimpin redaksi majalah Sinar (Kini Dibawahi oleh Lembaga Pers Muallimin), sebuah majalah pelajar Muallimin di Yogyakarta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut