Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Terjang Kampung Domas Salatiga, 4 Rumah Warga Terdampak Kerusakan
Advertisement . Scroll to see content

Masjid Damarjati Salatiga, Berdiri di Tengah Perang Pangeran Diponegoro Lawan Belanda

Jumat, 09 April 2021 - 18:59:00 WIB
Masjid Damarjati Salatiga, Berdiri di Tengah Perang Pangeran Diponegoro Lawan Belanda
Suasana Masjid Damarjati di Dukuh Krajan RT 02 RW 05, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. (Foto/Angga Rosa)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengatakan, berdasarkan cerita para leluhur, dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda, kedua ulama yang juga panglima perang Laskar Diponegoro tersebut memilih cara yang tidak frontal. Kiai Ronosetiko dan Kiai Sirojudin saat itu memilih melakukan perlawanan dengan cara ngayam alas atau gerilya. 

Supaya tidak dicurigai Belanda, kedua tokoh tersebut membuka perkampungan baru bersama laskarnya. Kiai Sirojudin membuka perkampungan di Dukuh Krajan, sementara Kiai Ronosentiko babat alas di daerah Bancaan, sekitar tiga kilometer jauhnya dari Krajan.

Belakangan, Kiai Sirojudin mengganti namanya menjadi Damarjati. Hal itu terpaksa dilakukan karena dia berserta Kiai Ronosentiko merupakan sosok yang diburu Belanda. Di Salatiga, kedua ulama tersebut ditugasi untuk mematamatai Belanda. Salatiga sejak dulu memang dikenal sebagai basis militer Belanda di Jawa Tengah.

Mengingat dirinya juga sebagai ulama, Kiai Sirojudin dengan dibantu laskarnya membangun sebuah langgar di perkampungan yang dibukanya. Langgar yang kelak menjadi masjid tersebut oleh Kiai Sirojudin dijadikan sebagai pusat segala aktivitas. "Tidak hanya beribadah, namun juga melakukan syiar Islam kepada masyarakat," ujarnya.

Kiai Sirojudin dikisahkan menetap di Krajan hingga akhir hayatnya. Saat wafat, jenazahnya dimakamkan di seberang masjid. Untuk mengenang jasa-jasanya, warga setempat menamai masjid tersebut dengan nama Masjid Damarjati. 

"Dulu, saat Ramadan masjid banyak dikunjungi oleh jamaah. Selain melaksanakan shalat fardhu, mereka memanfaatkan teras masjid untuk beristirahat melepas lelah," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut