Makam Mbah Precet di Pinggir Jalan Solo Sempat Viral, Begini Kata Warga

Sementara itu mantan RT setempat, Sumanto mengatakan, kebaradaan makam tersebut sudah lama. Banyak warga yang meyakini Mbah Precet masih sering kembali ke kampung tersebut setiap Jumat Kliwon dan Selasa kliwon.
Banyak warga atau para penguasa tidak berani membongkar makam tersebut. Sumanto menuturkan, dahulu pada tahun 1970 ada orang dari Semarang yang menggelar wayang kulit di makam itu, namun berakhir horor.
"Banyak orang ya enggak berani membongkar. Dulu ada tahun 1970 gelar wayang kulit di situ. Malamnya diganggu lampunya mati semua. Padahal sudah dikasih tahu," ucapnya.
Sayangnya sejumlah peziarah yang ditemui tim iNews menolak diwawancarai. Mereka berasalan ada keperluan lain dan terburu-buru.
Editor: Nani Suherni